Pages

Soal Jawaban Singkat dan soal jawaban benar salah

A. Soal Jawaban Singkat
 1. karateristik
Soal jawaban singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban singkat berupa kata, prase, nama, tempat, nama tokoh, lambang, atau kalimat yang sudah pasti.
2. kemampuan yang diukur
Bentuk soal jawaban singkat sangat tepat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta tes yang sangat sederhana. Kemampuan yang dikur dengan jawaban singkat adalah kemampuan menyebutkan istilah, kemampuan menyebutkan fakta, kemampuan menyebutkan prinsip, kemampuan menyebutkan metode atau prosedur, kemampuan menginterpretasi data sederhana, kemampuan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan anakadan kemampuan melengkapi persamaan.
3. Jenis Soal
Dari segi rumusan kalimatnya, soa! jawaban singkat dapat berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat yang tidak lengkap.
Soal jawaban singkat dengan kalimat perintah, misalnya:
1. Tuliskan ibu kota propinsi Sulawesi Tenggara
2. Sebutkan alat indera untuk melihat
3. Sebutkan warna bunga mawar.
Soal jawaban singkat dengan kalimat tanya misalnya:
1. Apa nama ibukota Negara Indonesia?
2. dengan cara apa korupsi diberantas?
3. Dimanakah terjadinya gempa sunami?
Soal jawaban singkat dengan kalimat yang tidak lengkap misalnya:
1. Alat ini dinamakan…..
2. peta disamping menunjukkan Negara …..
3. gambar ini menunjukkan permainan……..
4. Penskoran
Penskoran dalam soal jawaban singkat dapat dilakukan setelah soal tersebut digunakan. Penskoran soal jawaban singkat sangat mudah dilakukan, skor 1 (satu) diberikan apabila jawaban benar, dan skor 0 diberikan apabila jawaban salah.
5. Keunggulan dan Kelemahan
Soal jawaban singkat adalah salah satu bentuk soal yang mudah dibuat, khususnya karena berkaitan dengan hasil pembelajaran yang sangat sederhana, yaitu umumnya kemampuan yang biasa diukur. Salah satu keunggulan soal jawaban singkat adalah siswa harus memberikan jawaban secara tertulis, hal ini menguntungkan karena bentuk soal jawaban singkat mengurangi kemungkinan adanya siswa yang menebak jawaban soal.
Kelemahan soal jawaban singkat adalah
1. Sukar untuk mengukur hasil belajar yang kompleks
2. Sukar dalam hal penskoran, apabila penulis soal tidak menyajikan kunci jawaban yang tepat
3. Adanya kemungkinan kesalahan penulisan jawaban
6. Kaidah Penulisan Jawaban Singkat
Beberapa saran beriktu dapat membantu para dalam mengembangkan tes jawaban singkat sehingga dapat menyajikan soal yang terjamin kesahihannya.
1. Rumusan butir soal harus sesuai dengan kemampuan (kompetensi dasar dan indikator).
2. Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang balk, kalimat singkat, dan jelas sehingga mudah dipahami.
3. Jawaban yang dituntuk oleh butir berupa kata, frase, angka, simbol, tahun, tempat dan sejenisnya harus singkat dan pasti.
4. rumusan butir soal tidak merupakan kalimat yang dikutip Iangsung dari suatu buku.
5. Hindari rumusan butir soal yang mengandung petunjuk pada kunci jawaban.
6. Apabila rumusan butir soal dalam bentuk kalimat yang be!um Iengkap, bagian yang dikosongkan untuk diisi oleh peserta tes maksimum dua untuk satu kalimat soal.

B. Soal benar dan salah

 Karakteristik
Soal benar salah terdiri dari dua bagian yaitu bagiam pertama ada!ah alternatif jawaban benar sa!ah(B – S) yang harus dipilih oleh peserta didik, dan bagian ke dua adalah pernyataan yang harus direspon oleh peserta didik. Jika pernyataan benar menurut peserta didik maka is akan memilih jawaban benar (B), dan jika menurut peserta didik pernyataan itu salah maka is akan memilih jawaban salah (S).
Jumlah alternatif jawaban (B – S) harus sama dengan jurniah pernyataan. Ciri khusus bentuk benar salah ada!ah terbatas pada mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Bentuk soar benar salah dapat juga menggunakan gambar, tabel, dan diagram.
Kemampuan yang Diukur
Bentuk soal benar salah sangat balk untuk mengukur kemampuan peserta didi yang sangat sederhana, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi kebenaran fakta yang disajikan dalam soak Jika fakta yang disajikan benar menurut peserta didik maka ia akan memilih jawaban benar (B), sebaliknya jika fakta yang disajikan salah menurut peseta didik maka ia akan memilih jawaban salah (S).
Contoh soal benar salah
1. B — S Gaya adalah sesuatu yang mengubah kedudukan atau bentuk benda.
2. B — S 25% dari 44 adalah kurang dari 12
3. B — S UUD 1945 telah diamandemen sebanyak 4 kali
4. B — S UUD 1945 tidak boleh dirubah substansinya.
Jenis Soal
Bentuk soal benar salah terdiri atas benar tidak benar, tepat tidak tepat, ya tidak, fakta atau pendapat, dan setuju tidak setuju. Berdasarkan jawaban peserta didik dan penskorannya maka soal benar salah adalah soar yang menuntut peserta didik untuk memilih satu jawaban yaitu B kalau benar dan S kalau salah
Penskoran
Penskoran soal benar salah sangat sederhana karena menggunakan penskoran dikotomi yaitu skor 1 kalau jawaban benar dan skor 0 kalau jawaban salah.
Keunggulan dan kelemahan
Keunggulan soal benar salah adalah
1. Mudah penyusunanya
2. Mudah penskorannya
3. banyak pokok bahasan, atau kompetensi dasar dan indikator yang dapat dicakup dalam soal karena peserta didik dapat merespon soal dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.
Kelernahan soal benar salah adalah:
1. Soal benar salah hanya dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
2. Tingginya peluang peserta didik untuk menebak jawaban benar karena pada soal benar salah peserta didik mempunyai peluang 50% untuk menjawab benar, sehingga skor tinggi belum tentu menggambarkan kemampuan tinggi.
3. Guru kesulitan dalam menginterpretasi kemampuan peserta didik yang sebenarnya, sehingga sulit bagi guru untuk memutuskan apakah peserta didik sudah memiliki kemampuan yang sesuai dengan yang diukur dalam soal.
Kaidah penulisan
Agar dapat menghasilkan soal benar salah yang relatif baik maka ada beberapa kaidah penulisan soal yang harus diikuti yaitu:
1. Hindari penyataan yang sangat umum, seperti penggunaan kata selalu, umumnya, seringkali, kadang-kadang,tidak pernah, semua, dan tidak ada.
2. Hindari pernyataan yang berlebihan, seperti penulisan soal yang berliku-liku, panjang lebar, atau soal cerita. Soal benar salah harus dirumuskan dengan singkat, jelas dan tegas.
3. Hindari pernyataan negatif, sepeti bukan, tidak, kecuali, tak, dan lain sebagainya.
4. Soal hendaknya tidak menjurus kejawaban tertentu, seperti kadang-kadang, pasti, selalu, dan tidak satupun.
5. Jumlah soal yang benar sama sama dengan jumlah soal yang salah.
Contoh soal:
1. Mahasiswa memiliki andil ketika jatuhnya rezim Soeharto yang menandai berakhirnya orde baru. (B/S)
2. Organisasi aksi mahasiswa yaitu PGI merupakan salah satu organisasi yang ikut menuntut TRITURA(Tiga Tuntutan Rakyat). (B/S)

Kaidah Penulisan Butir Soal Bentuk Pilihan Ganda yan Valid dan Sah

Langkah-Langkah Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Menulis soal pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian (Keterampilan Menulis Soal lihat di sini). Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang pendeknya relatif sam dengan kunci jawaban. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda, maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. Langkah pertama adalah menulis pokok soalnya., langkah kedua adalah menulis jawabannya, kemudian langkah ketiga adalah menulis pengecohnya.
Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih salah satu jawaban yang benardari pilihan jawaban yang disediakan. Wujud soal terdiri dari :
  1. Dasar pertanyaan / stimulus (bila ada)
  2. Pokok soal (stem)
  3. Pilihan jawaban yang tediri dari : kunci jawaban dan pengecoh.
Kaidah Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda
Adapun kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda adalah seperti berikut :
1.     Soal harus sesuai dengan indikator.
Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur  sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.
Contoh indikator :
Siswa dapat menentukan salah satu penyebab kemunduran Kerajaan Demak.
Contohsoal yang sesuai dengan indikator :
Salah satu penyebab kemunduran Kerajaan Demak adalah …
a.      armada Portugis menyerang Demak
b.      Demak diserang oleh Kerajaan Mataram
c.       adanya perebutan kedudukan sultan*
d.      kalah bersaing dalam perdagangan
2.     Pengecoh harus berfungsi
Contoh soal yang kurang baik :
Alat optik yang digunakan untuk memperoleh bayangan dari gambar kecil menjadi besar adalah …
a.      teleskop
b.      proyektor
c.       bioskop
d.      stetoskop
Penjelasan : pilihan jawaban c dan d tidak homogen karena bukan merupakan alat optik. Pilihan jawaban itu diperbaiki menjadi “kamera” dan “mikroskop”
3.   Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.
Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.
Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu.
Contoh soal yang kurang baik :
Bunyi /e/ pada kata enak sama dengan bunyi /e/ pada kata … .
a.      beras
b.      bebas *
c.       bela *
d.      bekas
Penjelasan : pilihan c sebaiknya diganti dengan kata “Belas”
4.     Pokok sola harus dirumuskan  secara jelas dan tegas.
Artinya, kemampuan / materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas tigak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan / gagasan.
Contoh soal yang kurang baik :
Pada umumnya kata berimbuhan adalah … .
a.      berani
b.      beringas
c.       beringin
d.      beranjak*
Penjelasan : hindarkan penggunaan kata yang tidak pasti, seperti pada umumnya, kira-kira. Oleh karena itu, pokok soal diperbaiki menjadi “Kata berikut yang berimbuhan ber- adalah ….”
5.     Rumusan pokok soal dan pilihan jawanban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tisak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja.
Contoh soal yang kurang baik :
Dewan Perwakilan Rakyat merupakan lembaga tertinggi negara. Penulisan singkatan dewan perwakilan rakyat yang benar terdapat dalam kalimat … .
a.      Para anggota D.P.R. sedang rapat
b.      Para anggota DPR. sedang rapat
c.       Para anggota DPR sedang rapat.
d.      Para anggota D.P.R sedang rapat.
Contoh soal yang lebih baik :
Penulisan singkatan dewan perwakilan rakyat yang benar terdapat dalam kalimat … .
a.      Para anggota D.P.R. sedang rapat
b.      Para anggota DPR. sedang rapat.
c.       Para anggota DPR sedang rapat.*
d.      Para anggota D.P.R sedang rapat.
7.     Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, kelompok kata, atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
Contoh soal yang kurang baik
                    Generator listrik di Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura-gura digerakkan oleh … .
a.      tenaga air*
b.      tenaga uap panas
c.       tenaga gas bumi
d.      tenaga solar
7.     Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Artinya, pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimasud. Untuk keterampilan bahasa, penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.
Contoh soal kurang baik
Nama bangun geometri di bawah ini bukan merupakan bangun ruang kecuali … .
a.      segitiga samakaki
b.      segitiga samasisi
c.       prisma segitiga*
d.      bujur sangkar
Penjelasan : pokok soal diperbaiki menjadi : “Nama bangun geometri di bawah ini yang merupakan bangun ruang adalah … .
8.     Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
Artinya, semua pilihan jawaban berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
Contoh soal kurang baik
Jujur terhadapa orang lain berarti … .
a.      berbuat sesuai kehendak
b.      merugukan diri sendiri
c.       berbuat sesuai aturan
d.      berkata apa adanya*
Penjelasan : pilihan b tidak homogen. Oleh karena itu, p[ilihan b diperbaiki menjadi “betingkah laku sopan”
9.      Panjang rumusan harus relatif sama.
Kaidah ini diperlukan karena adanya kecendrungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lengkap dan merupakan kunci jawaban.
Contoh soal kurang baik
Salah satu ini Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah … .
a.      pembubaran Partai Komunis Indonesia
b.      kembali ke Undang-undang Dasar 1945*
c.       pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat
d.      dibentuknya Dewan Nasional yang terdiri dari wakil-wakil semua partai yang ada
Penjelasan : pilihan d diperbaiki menjadi : “dibentuknya Dewan Nasional”
10.  Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah atau benar”.
Artinya, dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan ini bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.
Contoh soal yang kurang baik
Orang yang hatinya bersih akan selalu … .
a.      bersikap tekun
b.      berbuat sopan
c.       memperlihatkan keberanian
d.      semua pilihan jawaban di atas benar*
Penjelasan : pilihan d diperbaiki menjadi “memelihara kejujuran
11.   Pilihan jawaban berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.
Artinya, pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan besar kecilnya nilai angka, dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara urut dimaksudkan untuk memudahkan siswa melihat pilihan jawaban.
Contoh soal yang kurang baik
Hasil dari 4³ adalah … .
a.      7
b.      64*
c.       12
d.      81
Penjelasan : pilihan jawaban diurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya, seperti 7, 12, 64*, 81 atau 81, 64*, 12, 7
Terima kasih semoga bermanfaat….

Jenis Alat Psikotest yang Digunakan untuk Tes Masuk Kerja

Posted on by melisa



psikolog test 2 1.Tes Intelektual, terdiri dari :
- CFIT (Culture Fair Intelegence Test) = untuk mengungkap kemampuan mental umum
- TIU (Tes Intelegensi Umum) = untuk mengungkap kemampuan mental umum
- TKD (Tes Kemampuan Dasar) = untuk mengukur kemampuan dasar individu
- AA (Army Alpha) = untuk mengetahui daya tangkap / daya konsentrasi orang
- ADKUDAG (Administrasi dan Keuangan) = untuk mengetahui kemampuan administrasi dan keuangan
- IST (Tes inteligensi) yang terdiri dari 9 subtes didasarkan pada
anggapan bahwa strutktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan
atau profesi tertentu.
2.Tes Kepribadian
- EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) = untuk mengukur
kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor)
- DAM&BAUM = Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang) ; untuk
mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja
- WARTEGG = untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek
- Tes Pauli = untuk mengukur sikap kerja dan prestasi kerja (daya
tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaian, ketekunan, konsistensi, kendali diri)
- KRAEPLIEN = untuk mengungkap ketelitian,kecepatan, kestabilan dan
ketahanan kerja
- RM (The Rothwell Miller) = untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis pekerjaan
- PAPI Kostick = untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang
masing-masing mewakili need atau role tertentu, tinggi rendahnya need
atau role tertentu mempunyai arti yang spesifik. Konfigurasi yang
diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang bermuatan need atau role; dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan sistem kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.
*. Wartegg Test
Pernahkah anda ikut psikotest dan disuruh menggambar atau melengkapi gambar delapan kotak diatas (Wartegg Test)
Pada saat Anda menjalankan Wartegg Test, Anda akan diberi selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus2 nya, kemudian Anda akan diberikan perintah untuk melengkapi dari gambar yg ada di kotak tersebut.
Isi dari masing2 gambar :
gbr 1. berupa titik ditengah kotak : ini menyangkut hal2 yg
berhubungan dengan penyesuaian diri yaitu bagaimana seseorang
menempatkan diri dlm lingkungan
gbr 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri : menunjukkan
fleksibilitas perasaan.
gbr 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar:
mengukur hasrat untuk maju/ ambisi
gbr 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan : mengukur bagaimana
seseorang mengatasi kesulitan
gbr 5. seperti huruf T tp miring (susah gambarin nya) : mengukur
bagaimana cara bertindak.
gbr 6. berupa garis horisontal ; vertikal : mengukur cara berpikir /
analisa; sintesa
gbr 7. berupa titik2 : menyangkut kehidupan dan perasaan ( apakah
sudah stabil, kekanakan)
gbr 8. berupa lengkungan : mengenai kehidupan sosial/ hubungan sosial
Jika anda pernah bertanya-tanya apa fungsi test melengkapi gambar diatas dan apakah test diatas sebenarnya adalah untuk mencari tahu siapa diantara peserta yang paling pintar menggambar.
psikolog testTernyata test diatas bukan untuk mengetahui kemampuan menggambar
Anda melainkan hal tersebut merupakan salah satu cara dari beberapa
cara yang lain yang digunakan oleh psikolog untuk mengetahui
kepribadian Anda dari cara Anda menggambar.
Test Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang
terdiri dari 8 gambar, 4 diantaranya berupa garis lurus (Gambar III,
IV, V, dan VI) dan empat lainnya berupa garis lengkung (Gambar I, II,
VII, VIII). Menurut informasi dari buku, internet menyatakan bahwa garis melengkung sebaiknya diisi dengan mahkluk hidup dan garis lurus diisi dengan benda mati. Apakah ini benar ?
Selain itu menurut informasi yang didapat juga menyatakan, dari cara Anda menggambar akan terlihat apakah Anda seorang yang keras kepala, tidak terorganisir,dll. Semuanya terlihat dari kebersihan, kerapian, tekanan pensil dan sebagainya. Test ini juga mampu untuk mengungkapkan kemampuan IQ anda, dari hasil apa yang Anda gambar.
* BAUM Test
Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang) ; untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.
BAUM Test termasuk dlm test Grafis. Mungkin Anda pernah menjalani test dimana Anda diberi kertas kosong dan diminta untuk menggambar pohon, dan dikertas lainnya diminta menggambar orang.
Yang dinilai bagus atau tidaknya gambar tersebut, melainkan besar-kecil gambar, tarikan garis (tegas atau tidak atau patah2), letak gambar (kanan-kiri, atas-bawah, atau center). Biasanya Anda juga diminta untuk memberikan keterangan pohon apa yang digambar, kalau orang ( dia lagi melakukan apa dan jenis kelaminnya apa). Tiap2 gambar ada artinya.
* Tes KRAEPPELIN dan PAULI
tdk ada perbedaan… semua berisikan kertas dan angka yg membedakan hanya cara dan jumlah isinya…..dan KRAEPPELIN memiliki jumlah deret angka yg lbh banyak, biasanya sang psikolog hanya menginstruksikan “pindah” pada waktu tertentu dan berbeda2 utk melihat daya tahan otak dan konsistensi. ….
Pada saat Anda menjalankan test ini pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana para psikolog itu memeriksa hasil test ? Karena tulisan yang dibuat mungkin kecil, berantakan, dan banyak. Ternyata dari informasi yang didapat dari buku, internet dan orang-orang psikolog bahwa mereka mempunyai teknik tertentu dalam memeriksa hasil test ini, yaitu dengan mengabaikan kolom2 tertentu dan mengecek kolom2 tertentu juga.
Namun demikian, tes psikolog hanyalah merupakan suatu alat buatan
manusia untuk mengetahui kepribadian seseorang secara umum saja. (Menurut saya taksiran).
Kesimpulan yang dihasilkannya boleh jadi berbeda dengan kepribadian
yang sesungguhnya. Hal ini diakui oleh para psikolog sendiri bahwa
tidak ada satu pun tes di dunia ini yang benar-benar akurat dapat
menilai kemampuan dan kepribadian seseorang.
=============
Psychology Today
Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) is used to measures the rating of individuals in fifteen normal needs or motives. On the EPPS there are nine statements used for each scale. Social Desirability ratings have been done for each item, and the pairing of items attempts to match items of approximately equal social desirability. The EPPS has been designed primarily for personal counselling, but has found its way into recruitment as well. The EPPS is very suitable for these purposes.
Draw-A-Person Test (DAP, DAP test, or Goodenough-Harris Draw-A-Person Test) is used to evaluate children and adolescents for a variety of purposes. To evaluate intelligence, the test administrator uses the Draw-a-Person. The purpose of the test is to assist professionals in inferring children’s cognitive developmental levels with little or no influence of other factors such as language barriers or special needs.
PAPI (Personality and Preference Inventory) is a personality measure which was specifically designed to elicit behaviours and preferences which are appropriate to the workplace. It is an applied, workplace instrument and this is reflected by the conceptual model of personality it seeks to measure.
The PAPI Role scales measure the individual’s perception of himself or herself in the work environment and look at areas such as integrative planning and attention to detail. The Need scales probe the deeper inherent tendencies of an individual’s behaviour such as the need to belong to groups and finish a task.
PAPI is available in two different formats: PAPI-I and PAPI-N. PAPI-I is recognisable from the way that it presents questions in a forced-choice format. PAPI-I is thus suitable for assessment situations which do not require comparative judgements and where individuals are more likely to appreciate the benefit of presenting themselves honestly, such as Career development, Personal development, Coaching and mentoring, Counselling, Work problem diagnosis, Team building, Identifying training needs.
PAPI-N is recognisable from the way it presents questions as single statements, each accompanied by a rating scale. Normative questionnaires are suitable for assessment situations where there is a need to make judgements about a person in order to compare them with others. PAPI-N is thus suitable for assessment situations which require comparative judgements to be made about people and where, as a consequence, individuals might see the benefit of presenting themselves in the best possible light, such as selection between candidates for a post, matching a candidate against a PAPI ‘template’ for a specific job
Source :
 

Picture

Picture

Latihan Matematika Kelas IX

Hikmah

Ya Allah, Ya Tuhan kami, limpahkanlah kebaikan pada kami di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka.